Sunday, April 12, 2015

Cara Uji SEM LISREL


Sahabat jasa skripsi. Pengolahan data LISREL digunakan untuk melakukan uji Structural Equation Model ( SEM) yang tidak bisa dilakukan oleh SPSS. Sahabat jasa skripsi, beberapa sumber menyatakan uji dengan LISREL digunakan untuk melakukan analisis Analysis Path, SPSS tidak bisa melakukan Analysys Path kecuali dihitung secara manual. Uji SEM selain dengan LISREL dapat juga dilakukan dengan AMOS.  Berikut cara uji dengan LISREL  dari contoh kasus private training LISREL oleh jasa skripsi kami yang sudah disederhanakan.

CONTOH KASUS SEM LISREL :

Variabel Penelitian :
Service Marketing Mix (X1)
Woman Marketing Mix (X2)
Ekuitas Merek (X3)
Minat Beli Ulang (Y)
jasa skripsi

Rumusan Masalah :
1.        Apakah terdapat hubungan Service Marketing Mix terhadap Ekuitas Merek?
2.        Apakah terdapat hubungan Woman Marketing Mix  terhadap Ekuitas Merek?
3.        Apakah terdapat hubungan Service Marketing Mix dan Woman Marketing Mix secara simultan  terhadap  Ekuitas Merek?
4.        Apakah terdapat hubungan Ekuitas Merek  terhadap minat beli ulang.

Hipotesis :
H1 : Terdapat hubungan Service Marketing Mix terhadap Ekuitas Merek.
H2 : Terdapat hubungan Woman Marketing Mix  terhadap Ekuitas Merek.
H3 : Terdapat hubungan Service Marketing Mix dan Woman Marketing Mix secara simultan  terhadap  Ekuitas Merek.
H4 : Terdapat hubungan Ekuitas Merek  terhadap minat beli ulang. 
Langkah-langkah dalam Lisrel :
1. MEMPERSIAPKAN DATA
Data yang akan kita import ke PRELIS adalah data dalam bentuk SPSS (.SAV). Jumlah sampel sebanyak 100 orang responden.


jasa skripsi

2. MEMBUAT DATA PRELIS
Klik FILE – IMPORT DATA IN FREE FORMAT.
Disini..posisi File ada di C:\PRIVATE\DATA100.SAV
jasa skripsi


Tampilan PRELIS
jasa skripsi


Simpan data PRELIS dengan nama : DATA100.PSF

3. MENENTUKAN JENIS DATA
Klik DATA – DEFINE VARIABLES
Klik VARIABLE TYPE – Pilih CONTINUES dan Klik APPLY to ALL


jasa skripsi
4. MEMBUAT FILE COVARIANCE
Dengan tetap membuka data prelis tersebut,
Klik: STATISTIK-OUTPUT OPTION,
Pada MOMENT MATRIX :Pilih COVARIANCES
PILIH SAVE TO FILE, Beri nama file : DATA100.COV


jasa skripsi
5. MEMBUAT FILE CORRELATION
Dengan tetap membuka data prelis tersebut,
Klik: STATISTIK-OUTPUT OPTION,
Pada MOMENT MATRIX :Pilih CORRELATIONS
PILIH SAVE TO FILE, Beri nama file : DATA100.COR

6. MEMBUAT FILE DATA LISREL
Dengan tetap membuka data prelis tersebut,
Klik: STATISTIK-OUTPUT OPTION,
PILIH LISREL SYSTEM DATA, Beri nama file : DATA100.DSF


7. MEMBUAT FILE STANDARD DEVIATION
Dengan tetap membuka data prelis tersebut,
Klik: STATISTIK-OUTPUT OPTION,
PILIH STANDARD DEVIATION, PILIH SAVE TO FILE
Beri nama file : DATA100.DAT

8. MEMBUAT SIMPLIS SINTAX  untuk uji validitas dengan CFA
Klik FILE – NEW – Lalu Pilih SINTAX ONLY
Buat Sintax secara lengkap Sbb :
UJI CFA

Observed variables
X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17

Raw Data from file: C:\PRIVATE\DATA100.PSF
Correlation Matrix from file: C:\PRIVATE\DATA100.COR
Standard Deviation from file: C:\PRIVATE\DATA100.DAT
Covariance matrix from file: C:\PRIVATE\DATA100.COV
Latent variables : Service_Marketing_Mix 

Equation:
X11-X17=Service_Marketing_Mix 




sample size  100


LISREL output RS SC EF SS
Admissibility Check Off
Method : Maximum Likelihood
Iteration = 500
Path diagram
End of problem



Tampilan SIMPLIS Sintax


jasa skripsi
9. MENYIMPAN SIMPLIS SINTAX CFA
KLIK : FILE-SAVE AS
Beri Nama “CFA X1.SPL”
SAVE AS TYPE: SYMPLIS SINTAX.*SPL
jasa skripsi


10. EKSEKUSI PROGRAM DENGAN KLIK GAMBAR RUN LISREL
LIHAT HASIL output detailnya pada file : CFA X1.OUT


11. HASIL OUTPUT LISREL
Pada output File : CFA X1.PTH,
Pilih:Model-Basic Model, Esttimates-Standardized Solution
Gambar PTH : Standardized solution


jasa skripsi


Gambar PTH : T value
jasa skripsi


LIHAT HASIL output detailnya pada file : CFA X1.OUT
Kemudian lakukan hal yang sama untuk uji CFA X2, CFA X3 dan CFA Y


12. MEMBUAT SIMPLIS SINTAX  untuk MODEL STRUKTURAL
Klik FILE – NEW – Lalu Pilih SINTAX ONLY
Buat Sintax secara lengkap Sbb :
UJI MODEL STRUKTURAL

Observed variables
X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X21 X22 X23 X24 X25 X31 X32 X33 X34 Y11 Y12 Y13

Raw Data from file: C:\PRIVATE\DATA100.PSF
Correlation Matrix from file: C:\PRIVATE\DATA100.COR
Standard Deviation from file: C:\PRIVATE\DATA100.DAT
Covariance matrix from file: C:\PRIVATE\DATA100.COV
Latent variables : Service_Marketing_Mix Woman_Marketing_Mix Ekuitas_Merek Minat_Beli_Ulang 

Equation:
X11-X17=Service_Marketing_Mix
X21-X25=Woman_Marketing_Mix 
X31-X34=Ekuitas_Merek 
Y11-Y13=Minat_Beli_Ulang  

Ekuitas_Merek=Service_Marketing_Mix Woman_Marketing_Mix
Minat_Beli_Ulang=Ekuitas_Merek


sample size  100



LISREL output RS SC EF SS
Admissibility Check Off
Method : Maximum Likelihood
Iteration = 500
Path diagram
End of problem


Tampilan SIMPLIS Sintax


jasa skripsi
13. MENYIMPAN SIMPLIS SINTAX
Klik FILE – NEW – Lalu Pilih SINTAX ONLY
KLIK : FILE-SAVE AS
Beri Nama “MODEL ALL.SPL”
SAVE AS TYPE: SYMPLIS SINTAX.*SPL
jasa skripsi


14. EKSEKUSI PROGRAM DENGAN KLIK GAMBAR RUN LISREL

15. HASIL OUTPUT LISREL
Pada output File : Model all.PTH,
Pilih:Model-Basic Model, Esttimates-Standardized Solution
Gambar PTH : Standardized solution

jasa skripsi


Gambar PTH : T value

jasa skripsi


LIHAT HASIL output detailnya pada file : MODEL ALL.OUT


16. ANALISA DAN INTERPRETASI MODEL ALL.OUT:
1. GOODNESS OF FIT
Chi-square statistics: 543.56, Sig 0.000 (sig < 0.05) menandakan model belum fit.
Absolute fit indexi RMSEA: 0.164 > 0.08 artinya model belum fit.
Increment fit index:
Comparative Fit Index (CFI) = 0.93, Fit
Goodness of Fit Index (GFI) = 0.63, belum Fit
Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) = 0.53, belum Fit
Normed Fit Index (NFI) = 0.91, Fit
2.PERSAMAANSTRUKTURAL
BETA       

            Ekuitas_   Minat_Be  
            --------   --------
 Ekuitas_        - -        - -

 Minat_Be       0.41        - -
              (0.11)
                3.59


         GAMMA      

            Service_   Woman_Ma  
            --------   --------
 Ekuitas_      -0.56       1.45
              (0.51)     (0.52)
               -1.08       2.77

 Minat_Be        - -        - -

Squared Multiple Correlations for Structural Equations 

            Ekuitas_   Minat_Be  
            --------   --------
                0.85       0.17



Persamaan structural  :
1. EKUITAS= -0.56 SERVICE +1.45 WOMAN,  R²=0.85
2. MINAT BELI = 0.41 EKUITAS, R²=0.17
Artinya :
Persamaan structural 1        
  1. Service marketing mix berhubungan negatif dengan Ekuitas Merek yaitu sebesar  -0.56 (t hitung -1.08). Hubungan yang terjadi tidak signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung < 1.96
  2. Woman marketing mix berhubungan positif dengan Ekuitas Merek sebesar 1.45 (t hitung 2.77). Hubungan yang terjadi signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung > 1.96
  3. Secara bersama-sama, Service marketing mix dan Woman marketing mix berpengaruh terhadap Ekuitas Merek sebesar 0.85 (85%), sehingga besaran pengaruh variabel lain adalah 100% – 85% = 15%.
Persamaan structural 2        
  1. Ekuitas merek berhubungan positif dengan minat beli sebesar 0.41 (t hitung 3.59). Hubungan yang terjadi signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung > 1.96
  2. Ekuitas merek berpengaruh terhadap minat beli sebesar 0.17 (17%), sehingga besaran pengaruh variabel lain adalah 100% – 17% = 83%.
3. DEKOMPOSISI PENGARUH
UJI MODEL STRUKTURAL                                                          

 Total and Indirect Effects

         Total Effects of KSI on ETA

            Service_   Woman_Ma  
            --------   --------
 Ekuitas_      -0.56       1.45
              (0.51)     (0.52)
               -1.08       2.77

 Minat_Be      -0.23       0.60
              (0.22)     (0.27)
               -1.04       2.22


         Indirect Effects of KSI on ETA 

            Service_   Woman_Ma  
            --------   --------
 Ekuitas_        - -        - -

 Minat_Be      -0.23       0.60
              (0.22)     (0.27)
               -1.04       2.22


         Total Effects of ETA on ETA

            Ekuitas_   Minat_Be  
            --------   --------
 Ekuitas_        - -        - -

 Minat_Be       0.41        - -
              (0.11)
                3.59
·         Total Effect of X on Y menjelaskan mengenai total pengaruh antara variabel observed eskogen dengan endogen. Pengaruh total ini merupakan pengaruh langsung antara eksogen ke endogen berdasarkan hasil persamaan structural yang sudah kita jelaskan di atas.
·         Indirect Effects of X on Y menjelaskan pengaruh tidak langsung eksogen ke endogen. Besaran pengaruh Service ke Minat beli adalah sebesar -0.23(tidak diuji), Woman ke Minat beli adalah sebesar 0.60 (tidak diuji).
·         Total Effects of Y on Y menjelaskan total pengaruh variabel observed endogen terhadap endogen lainnya. Dalam hal ini adalah Ekuitas Merek ke Minat beli dengan besaran pengaruh sebesar 0.41

Jika hasil belum good fit, yang bisa dilakukan adalah :
1.Membuat modifikasi model dengan membuang indicator yang memiliki nilai regresi/nilai loading <0 .50="" p="">
2. Membuat modifikasi model dengan membuang indicator yang memiliki nilai t value <1 .96="" p="">
3. Membuat modifikasi model dengan melihat output modification Indices,kemudian buat satu persatu hubungan set error covariance yang direkomendasikan lisrel tersebut.

PAda File :MODEL ALL.PTH, klik kolom estimates, pilih Modification Indices

Tampilan Modification Indices


jasa skripsi
















 
 
 
 
Jika anda bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik
Back to Home 

Pustaka 
- LISREL 8 New Statistical Features. 1999. Karl. G. Joreskog, Dag Sorbom, et all. Scientifif Software International.
- Structural Equation Modeling dengan LISREL 8.8. 2008. Setyo Hari Wijayanto. Graha Ilmu
- Model - Model Persamaan Struktural dengan LISREL. 2008.Kusnedi MS.  Alfabeta.
- Structural Equation Modeling  Dengan LISREL 8.8. 2014. Hendryadi dan Suryani. Kaukaba Dirgantara.
- LISREL. 2006. Tumpal JR Sitinjak.Graha Ilmu

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.


Related Post
Mirror

Sunday, March 22, 2015

Cara Uji Chi Square test SPSS ( Uji Kai Kuadrat)

Olah SPSS,  Uji Chi Square test SPSS ( Uji Kai Kuadrat) ini adalah pengujian menggunakan crosstab (tabel silang) yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara baris dan kolom. Variabel antara baris dan kolom adalah variabel independen dan data yang digunakan berskala nominal atau bisa ordinal tetapi tidak diukur tingkatannya dan menjadi data nominal.

Cara uji dengan program SPSS

  • Klik variable view pada SPSS data editor
  • Pada kolom Name ketik variabel satu dan kolom kedua variable 2
  • Pada kolom Decimals, ubah nilai menjadi 0 untuk semua variabel
  • Pada kolom Label, untuk kolom pertama, kedua dst tuliskan nama label yang digunakan
  • Pada kolom Values, untuk kolom pada baris pertama klik pada kotak kecil, pada valuye ketik 1, pada value label ketik sangat tidak setuju, lalu ketik add. Kemudian diulang dengan langkah sama untuk 2-N dengan menulis tidak setuju hingga sampai sangat setuju. Kemudian klik OK
  • Untuk kolom pada baris kedua klik pada kotak kecil, pada value ketik 1, pada value label ketik nama yang digunakan, lalu add. ulangi langkah selanjutnya hingga label N. Kemudian ketik OK
  • Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan
  • Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel yang sudah dimasukkan.
  • Ketikkan angka sesuai dengan variabelnya.
  • Klik Analyze - Descriptive Statistics - Crosstabs
  • Klik variabel 1 dan masukkan ke kotak raw, kemudian klik variabel lainnya dan masukkan ke kotak column, kemudian klik statistics, klik chi square dan contingency coefficient lalu ketik continue.
  • klik OK. Dan didapat hasil output



  1. Menentukan Hipotesis, Ho: tidak ada perbedaan anatara x dan y, Ha : ada perbedaan antara x dan y.
  2. Menentukan tingkat signifikansi. Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a=5%. Ukuran signifikansi 5% biasa digunakan sebagai ukuran standar
  3. Menentukan X kuadrat hitung, lihat nilai pearson Chi Square
  4. Menentukan X kuadrat tabel. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a=5%, df = (jumlah baris-1)x(jumlah kolom-1). Hasil untuk x kuadrat tabel dilihat pada tabel atau pada excel di sel kosong ketik =chiinv(0.05df)
  5. Krietria pengujian, Ho ditolak apabila nilai X kuadrat hitung > X kuadrat tabel. Ho diterima apabila nilai x kuadrat hitung < X kuadrat tabel
  6. Membandingkan X kuadrat hitung dengan X kuadart tabel


Koefisien Kontingensi (symmetric Measure)
Koefisien kontingensi (KK) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel baris dan kolom. Kriteria hubungan antar variabel adalah bahwa semakin mendekati nilai 1 maka hubungan yang terjadi semakin erat dan jika mendekati 0 maka hubungan semakin lemah.

Jika anda bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik
Sumber pustaka diolah :
-Mandiri Belajar SPSS, Dwi Priyatno (2008)
- Solusi Express SPSS 15, Getut Pramesti (2008)
- Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Stanislaus Uyanto PhD (2009)
- Cara Mudah melakukan Analisa Statistik Dengan SPSS. Teguh W (2004)
- Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Prof Imam Ghozali (2005)

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.


Related Post
Mirror

Thursday, March 19, 2015

Cara Uji One Way Anova SPSS

Uji ini One way Anova SPSS atau pengujian varian satu jalur digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata untuk lebih dari dua kelompok sampel yang tidak berhubngan. Jika ada perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Cara Uji One Way Anova dengan SPSS      
  • Masuk program SPSS
  • Klik variable pada SPSS data Editor
  • Pada kolom name ketik variabel yang digunakan
  • Pada kolom Decimals, ubah nilai menjadi 0 untuk semua variabel
  • Pada kolom label, ketik label yang digunakan
  • Pada kolom values, untuk kolom baris pertama biarkan kosong(none). Untuk kolom baris kedua klik pada kotak kecil, pada value ketik 1, pada labelnya isi labelnya dan klik add. Langkah selanjutnya pada value ketik 2, klik labelnya dan klik add.   
  • untuk kolom-kolom lainnya biarkan default   
  • Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel yang diisikan
  • Ketikkan data sesuai dengan variabelnya
  • klik Analize - compare Means - one Way ANOVA
  • Klik variabel    pertama dan masukkan ke kotak dependt list, kemudian klik variabel lain dan masukkan ke kotak factor, kemudian klik options, klik descrptive and homogeneity of variance, lalu klik continue
  • Klik OK.
Sebelum dilakukan uji ANOVA maka dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan levene test, uji ini digunakan untuk mengetahui apakah varian ketiga kelompok sama. Data yang memenuhi syarat adalah jika varian sama atau subjek berasal dari kelompok yang homogen.

Langkah-langkah uji Homogenitas SPSS
  1.     Menentukan hipotesis, Ho : semua varian yang diuji sama. Ha : Semua varian yang diuji berbeda
  2. Kriteria pengujian (berdasarkan probabilitas/signifikansi). Ho diterima jika P value > 0,05. Ho ditolak jika P Value < 0,05
  3. Membandingkan probabilitas. Nilai P Value
  4. Kesimpulan Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima, dan jika lebih kecil maka Ho ditolak.               

Langkah-langkah Uji ANOVA SPSS sebagai berikut :             
  1. Menentukan Hipotesis. Ho : Tidak ada perbedaan antara rata-rata sample pengujian. Ha : Ada perbedaan rata-rata sample pengujian
  2. Menentukan tingkat signifikansi. Pengujian menggunakan uji 2 sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%.  Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5%.
  3. Menentukan F hitung
  4. Menentukan F tabel. Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5% df 1 (jumlah variabel-1) =2, dan df 2 (n-jumlah variabel diuji).
  5. Kriteria pengujian. Ho diterima bila F hitung < F tabel. Ho ditolak bila F hitung > F tabel.   
  6. Membandingkan F hitung dengan F tabel.
Jika anda bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik
Back to Home

Sumber pustaka diolah :
-Mandiri Belajar SPSS, Dwi Priyatno (2008)
- Solusi Express SPSS 15, Getut Pramesti (2008)
- Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Stanislaus Uyanto PhD (2009)
- Cara Mudah melakukan Analisa Statistik Dengan SPSS. Teguh W (2004)
- Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Prof Imam Ghozali (2005)

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.

Related Post
Mirror
                          
                                                                         

Thursday, March 12, 2015

Cara Uji T test SPSS

Sahabat jasa skripsi dan Team Olah SPSS, Analisis pengujian satu sample ( one sample T test) pada SPSS digunakan untuk mengetahui nilai rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding dengan nilai rata-rata sebuah sampel. Dari hasil uji ini akan diketahui apakah rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding berbeda secara signifikan dengan rata-rata sebuah sampel. Dari hasil uji ini akan diketahui apakah rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding berbeda secara signifikan dengan rata-rata sebuah sampel, jika ada perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi. SPSS yang dapat digunakan SPSS 11, SPSS 16, SPSS 20 dan  SPSS yang lebih tinggi.

- Cara uji sampel dengan program SPSS
  • Masuk program SPSS
  • Klik variable view pada SPSS data editor
  • Pada kolom name ketik x, dan kolom pada baris kedua ketik y.
  • Pada kolom label, untuk kolom baris buat label sesuai variabel anda.
  • Untuk kolom-kolom lainnya biarkan default.
  • Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel x dan y.
  • Ketikan data sesuai variabelnya.
  • klik Analyze - compare means - one Sample T test.
  • Klik variabel x dan masukkan ke kotak test variabel, pada test value ketik angka nilai rata-rata sample yang diteliti.
  • Klik OK.
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut :
  1. Menentukan hipotesis. Ho Nilai rata-rata yang dibandingkan tidak berbeda. Ha Nilai rata-rata berbeda.
  2. Menentukan tingkat signifikansi.Pengujian menggunakan uji 2 sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil resiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
  3. Menentukan t hitung. 
  4. Menentukan t tabel. Tabel distribusi t dapat dicari pada a = 5%:2 = 2.5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df)n-1 atau 10-1=9. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025).
  5. Kriteria pengujian. Ho diterima dan Ha ditolak jika -t tabel <=  t hitung <= t tabel Ho ditolak dan Ha diterima jika -t hitung  < -t tabel atau t hitung > t tabel.
  6. Membandingkan t hitung dengan t t tabel dan probabilitas nilai t hitung > t tabel dan P value < 0,05 maka Ho ditolak
Sahabat jasa skripsi, jika anda masih bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik atu hubungi 0877-888-54321
Back to Home

Sumber pustaka diolah :
-Mandiri Belajar SPSS, Dwi Priyatno (2008)
- Solusi Express SPSS 15, Getut Pramesti (2008)
- Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Stanislaus Uyanto PhD (2009)
- Cara Mudah melakukan Analisa Statistik Dengan SPSS. Teguh W (2004)
- Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Prof Imam Ghozali (2005)

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.

Related Post
Mirror
                          
 

Cara Regresi Linier SPSS

Sahabat jasaskripsi dan Team Olah SPSS, Analisis regresi linier sederhanda adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (x) dengan variabel dependen (Y).  Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif. Juga untuk meprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan dan penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Cara analaisis Regresis Linear SPSS
  • Masuk Program SPSS
  • Klik variable view pada SPSS data editor.
  • Pada kolom name ketik y, kolom Name pada baris kedua ketik x.
  • Pada kolom Label, ketik label yang digunakan.
  • Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel y dan x.
  • Ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  • Klik variabel y dan masukkan kotak dependent, kemudian klik variabel x dan masukkan kolom independent.
  • Klik statistics, klik casewise Diagnostics, klik All cases. Klik Continue.
  • klik Ok. maka hasil output akan didapat pada kolom coefficients dan casewise diagnostics.
Sahabat jasa skripsi, Jika anda asih bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik atau 0877-888-54321
Back to Home

Sumber pustaka diolah :
-Mandiri Belajar SPSS, Dwi Priyatno (2008)
- Solusi Express SPSS 15, Getut Pramesti (2008)
- Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Stanislaus Uyanto PhD (2009)
- Cara Mudah melakukan Analisa Statistik Dengan SPSS. Teguh W (2004)
- Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Prof Imam Ghozali (2005)

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.

Related Post
Mirror
                          

 

Cara Uji Korelasi SPSS

Sahabat jasa skripsi, dan team Olah SPSS, Analisis korelasi sederhana (Bivariate Correlation) digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi. Koefisien korelasi sederhana menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara dua variabel. Dalam SPSS ada 3 metode korelasi sederhana (bivariate correlation) di antaranya :
  1. Pearson Correlation, digunakan untuk data berskala interval atau rasio.
  2. Kendall's tau-b, lebih cocok digunakan data berskala ordinal.
  3. Spearman Correlation, lebih cocok untuk data berskala ordinal.
Disini akan dibahas alasisi korelasi sederhana dengan metode Pearson atau sering disebut Products Moment Pearson. Nilai korelasi (r) berkisar antara 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 atau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat, sebaliknya nilai mendekati 0 hubungan semakin lemah. Nilai positif menujukkan hubungan searah sedangkan nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik.

Cara Melakukan Analisis korelasi sederhanda dengan SPSS
  • Masuk Program SPSS.
  • Klik variabel view pada SPSS editor.
  • Pada kolom Name ketik x, kolom Name pada baris kedua ketik y.
  • Pada kolom Decimals ganti menjadi 0 untuk variabel x dan y.
  • Pada kolom label, ketik sesuai label yang anda gunakan.
  • Buka data view pada SPSS data editor, Maka didapat kolom Variabel x dan y.
  • Ketikkan data sesuai dengan variabelnya.
  • klik Analyze - Correlate - Bivariate.
  • Klik variables ke kotak variabel.
  • Klik ok.
Dari hasil analisis korelasi sederhana (r) didapat korelasi antara dua variables tersebut. Jika nilai mendekati 1 atau -1 maka terjadi hubungan yang kuat.

Sahabat jasa skripsi, Jika anda masih bingung dan memerlukan solusi tuntas bantuan kami bisa lihat label Olah SPSS Biaya dan Jasa Statistik  atau hub 0877-888-54321
Sumber pustaka diolah :
-Mandiri Belajar SPSS, Dwi Priyatno (2008)
- Solusi Express SPSS 15, Getut Pramesti (2008)
- Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Stanislaus Uyanto PhD (2009)
- Cara Mudah melakukan Analisa Statistik Dengan SPSS. Teguh W (2004)
- Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Prof Imam Ghozali (2005)

Keyword : jasa skripsi, pengolahan data statistik, spss, lisrel, amos, eviews, monte carlo, crystal ball, jasa training, cara pengolahan data spss, cara uji lisrel, cara uji spss, cara uji eviews, cara uji regresi, cara uji korelasi, cara uji realibilitas, cara uji validitas, cara uji T test, cara uji Chi Square, konsultan statstik, konsutan olah data.

Related Post
Mirror